AIR PDAM TIRTA ULI P.SIANTAR ”MENGULAH”, WARGA TERGANGGU LAKSANAKAN IBADAH PUASA

..

..

PEMATANGSIANTAR,(BERITA 5 INDONESIA): Distribusi air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Uli Pematangsiantar dirasakan mengulah, buruk dan tidak manusiawi di bulan puasa Ramadhan tahun ini. Akibatnya, puluhan rumah tangga keluarga muslim yang bermukim di kelurahan Bukit Sofa, kecamatan Siantar Sitalasari dan kelurahan Martoba di kecamatan Siantar Utara Pematangsiantar, mengaku terganggu dalam melaksanakan ibadah puasa.

 

“Air dari PDAM Tirta Uli, seharian pada siang hari tidak mengalir. Kalau ada mengalir, airnya kecil dan itu terjadi hanya pada tengah malam saja,” sebut warga kelurahan Bukit Sofa, A.Nuddin, 56, kepada BERITA 5 INDONESIA, Selasa,(14/5).

 

Hal yang sama juga diucapkan warga kelurahan Martoba Pematangsiantar, mengaku B.Harahap, 60, yang menyebutkan, untuk mendapatkan air bersih warga terpaksa harus "begadang" menunggu sampai tengah malam.

 

“Air baru mulai mengalir ke rumah warga pelanggan pada tengah malam, sekitar pukul 01.00 wib,” sebutnya.

 

Dan karena seluruh warga juga menggunakan air yang mengalir saat itu, maka aliran air melalui kran ke rumah-rumah warga sangat kecil seperti menetes. Kemudian air akan kembali mati total sekitar pukul 04.00 atau pukul 05.00 wib.

 

Untuk memenuhi kebutuhan akan air bersih dalam bulan puasa ini, sebagian warga terpaksa mengambilnya dari umbul di daerah lain atau membeli air isi ulang.

 

Sementara, warga di jalan Bazoka, kelurahan Bukit Sofa, di kompleks Masjid Al Hidayah, mengakui kalau aliran air ke Masjid juga mengalami masalah kesulitan air dari PDAM Tirta Uli. Dan untuk memenuhi kebutuhan air, pihak Masjid terpaksa memasang sumbur bor.

 

“Kami sudah berulang kali protes dan meminta ke kantor PDAM Tirta uli. Kalau kami datang, air biasanya hidup, tetapi besok harinya kembali lagi mati,” sebut seorang ibu rumah tangga di kelurahan Bukti Sofa mengeluh dan menduga, kalau matinya air ke daerah mereka sengaja direkayasa, karena daerah lain, tetangga mereka tidak bermasalah dengan airnya.

 

Apakah benar, matinya aliran air ada unsur kesengajaan, BERITA 5 INDONESIA mencaba menghubungi Direktur PDAM Tirta Uli Pematangsiantar, Zulkifli Lubis di kantornya. Namun, menurut stafnya, sedang tugas luar dan coba dihubungi lewat ponselnya, tidak diterima.

 

Humas PDAM Tirta Uli Pematang siantar, Rosliana Sitanggang yang dihubungi BERITA 5 INDONESIA, Selasa siang melalui ponselnya, menyebutkan, benar ada protes warga soal air yang mati tersebut, bahkan hal itu sudah pernah dibicarakan warga melalui anggota DPRDnya. Namun, masalahnya belum mampu diatasi perusahaan dan sampai kapan hal itu terjadi, tidak disebutkannya.(Rizky Siregar).

Berita Terkait