KEPITING BAKAU, TERNYATA PUNYA KELAS KONSUMEN TERSENDIRI

Beberapa  ekor kepiting Bakau sengaja diikat dan digantung untuk ditawarkan kepada calon pembelinya.

Beberapa ekor kepiting Bakau sengaja diikat dan digantung untuk ditawarkan kepada calon pembelinya.

BATU BARA,SUMUT,(BERITA 5 INDONESIA): Masih banyak warga masyarakat yang tidak suka dengan kepiting Bakau. Alasannya bermacam-macam. Ada yang membilang, kepiting tersebut beracun dan tidak layak untuk dimakan, haram karena hidup di dua alam, air dan darat dan sebagai kepercayaan masyarakat lainnya.

 

Tidak dengan kepiting laut, siapapun pasti "doyan" memakannya.

 

Nah, belakangan ini, kepiting Bakau banyak peminatnya. bahkan, peminatnya mengalami kesulitan untuk mendapatkan kepiting yang dicarinya itu.

 

“Kepiting ini dicari oleh orang-orang tertentu saja,” sebut Hasan, salah seorang pedagang kepiting Bakau di Kabupaten Asahan, kepada wartawan BERITA 5 INDONESIA.

 

Orang tertentu bagaimana ? Tanya wartawan. Karena kedengarannya aneh, siapa yang dimaksud dengan orang tertentu itu.

 

“Maksudnya dicari orang-orang khusus, punya kelas tersendiri, seperti orang yang akan menjadikan kepiting itu menjadi bahan pengobatan,” sebut Hasan.

 

Wah ! Untuk obat apa pula kepiting yang satu ini ?

 

Hasan, mengaku tidak mengetahuinya secara pasti. Tetapi, menurut konsumennya, mereka sengaja mencari kepiting Bakau itu untuk keperluan pengobatan dirinya. Bahkan, untuk keperluan itu, konsumen yang disebut berasal dari kota Medan itu sengaja khusus memesannya kepada Hasan setiap minggunya.

 

Kepiting Bakau, habitatnya ada di bawah tanaman bakau atau tanaman sawit yang berair dan berlumpur. Dan untuk mendapatkannya, diperlukan kerja khusus, mencari keberadaan kepiting  tersebut. Dan karena sulitnya untuk mendapatkan kepiting ini, maka pantas saja kalau harga kepiting yang hitam ini lebih mahal dibanding dengan harga kepiting laut.

 

Soal rasa, menurut Hasan, sebenarnya tidak beda dengan kepiting laut. ”Memang lebih enak rasanya kepiting lautlah,” sebut pedagang kepiting itu seperti berpromosi. Lantas, apa benar demikian, tampaknya bisa juga kita coba dan kita bandingkan, mana (kepiting) yang lebih enak.Oke ? (Baginda).

Berita Terkait