IMIGRASI P.SIANTAR DEPORTASI SATU LAGI ANAK PEREMPUAN WARGA MALAYSIA

Kantor Imigrasi kelas II Non TPI Pematangsiantar.

Kantor Imigrasi kelas II Non TPI Pematangsiantar.

Tahun lalu 13 WNA telah dideportasi:

 

PEMATANGSIANTAR,(BERITA 5 INDONESIA): Kantor Imigrasi kelas II Non TPI Pematangsiantar terpaksa mendeportasi seorang anak perempuan usia 6 tahun bernama Nur Shakira Najwa Binti MD Akil, warga negara Malaysia ke negaranya, 19 Maret 2019 lalu.

 

Kepala Kantor Imigrasi kelas II Non TPI Pematangsiantar, Alrin Tambunan,SH.MH di ruang kerjanya kepada wartawan BERITA 5 INDONESIA, Jumat (22/3) mengatakan, Nur Shakira Najwa Binti MD Akil yang akrab dipanggil Nur Shakira itu dinyatakan melanggar pasal 78 ayat 3 Undang-undang nomor 6 tahun 2011 tentang keimigrasian yaitu kepemilikan dwi kewarganegaan atau kewarganegaraan ganda.

 

Nur Shakira selama ini tinggal di Malaysia, ibunya masih berstatus kewarganegaraan Indonesia sedangkan ayahnya berkewarganegaraan Malaysia. Dan pada 1 Maret 2019 lalu Nur Shakira bersama ibu kandungnya bernama Zuraida datang ke kantor Imigrasi kelas II Non TPI Pematangsiantar untuk melaporkan tentang status izin tinggal yang telah habis lebih dari satu tahun.

 

Mendapatkan penjelasan tersebut, selanjutnya petugas Imigrasi melakukan tindakan mengamankan, melakukan pendeteksian warga negara asing dan tindakan administrasi hingga tindakan deportasi melalui bandara internasional Kuala Namu di Deli Serdang.

 

Menurut Alrin Tambunan, kasus-kasus dwi kewarganegaraan seperti yang terkena pada Nur Shakira, banyak ditemukan, karena orang tuanya melakukan perkawinan berbeda kewarganegaraan dan tetap bertahan dengan status warga negaranya masing-masing.

 

Baca Juga : IMIGRASI PEMATANGSIANTAR SUDAH TERBITKAN 546 PASPOR CALON HAJI 2019

 

Bagi anak dari hasil perkawinan pasangan berbeda kewarganegaraan itu akan menentukan pilihannya setelah usia dewasa (18 tahun), apakah ikut warga negara ibu atau ikut warga negara bapaknya.

 

Sementara selama 2018, kantor Imigrasi Pematangsiantar sudah melakukan deportasi terhadap 13 warga negara asing yang ditangkap dari berbagai daerah di wilayah kerja kantor Imigrasi Pematangsiantar di Sumut.

 

Para warga negara asing itu ditemukan telah melakukan pelanggaran tentang keimigrasian dan mereka bekerja di sejumlah perusahaan secara ilegal. Selebihnya adalah warga negara asing yang selesai menjalani masa hukuman di lembaga pemasyarakatan.

 

Ke 13 orang asing itu adalah, satu orang warga Amerika Serikat di depotasi dari daerah Pangururan setelah bebas dari menjalani masa tahanan di Lapas Pangururan. Selanjutnya, sebanyak enam orang warga negara Tiongkok ditangkap dari perusahaan PT.Vigater di Sidikalang.

 

Satu warga Malaysia yang sebelumnya ditangkap di Polres Serdang Bedagai, satu warga India yang ditangkap dari perusahaan PT.Valmet TPL, Toba Samosir dan empat orang warga negara Korea Selatan yang ditangkap dari perusahaan PT.Hyundai di kawasan Tapanuli Utara.

 

Menurut Alrin Tambunan, penangkapan warga negara asing itu adalah berkat informasi dari masyarakat dan kerja Tim Pengawasan Orang Asing (Pora) yang sudah dibentuk dan bertugas di berbagai daerah.(Rizky Siregar).

Berita Terkait