PELAKSANAAN UJIAN TINGKAT MADRASAH ALIYAH BERLANGSUNG LANCAR

..

..

PEMATANGSIANTAR,(BERITA 5 INDONESIA): Pelaksanaan ujian ditingkat Madrasah Aliyah Negeri (MAN) dan Madrasah Aliyah Swasta (MAS) dilingkungan Kanwil.Kemenag Provsu. di kota Pematangsiantar berlangsung aman dan lancar.

 

“Pelaksanaan ujian berlangsung aman dan lancar,” kata Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Pematangsiantar, Rizal Pulungan,kepada BERITA 5 INDONESIA, Kamis (14/3) siang.

 

Menurutnya, seluruh peserta ujian dapat mengikuti pelaksanaan ujian itu dan untuk tehnis, seperti komputer yang dipergunakan serta daya listrik selama berlangsung ujian ke sekolahnya dinyatakan tidak ada masalah.

 

Kepala seksi Pendidikan Madrasah kantor kemenag. Pematangsiantar, Utuh Samiyono, kepada BERITA 5 INDONESIA di ruang kerjanya, Kamis (14/3) siang mengatakan, untuk tahun ini, peserta ujian tingkat Madrasah Aliyah, baik negeri maupun swasta di Pematangsiantar ada sebanyak 506 orang.

 

Jumlah peserta ujian itu berasal dari enam sekolah, yaitu MAN Pematangsiantar sebanyak 299 orang, MAS Al Washliyah 67 sebanyak 58 orang, MAS Khairiyah 25 orang, MAS Ibnu Sina sebanyak 52 orang, MAS YPI sebanyak 40 orang dan MAS Guppi sebanyak 32 orang.

 

Ujian yang diikuti anak didik Madrasah itu terdiri dari tiga kali ujian, yaitu Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), pelaksanaanya selama tiga hari, tanggal 9 sampai 12 Maret 2019. Dan ujian ke dua, Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional Berbasis Komputer (UAMBNBK) dilaksanakan 13 sampai 15 Maret 2019.

 

Sedang ujian ke tiga yang harus diikuti peserta ujian Madrasah adalah Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) akan dilaksanakan pada 22 sampai 25 April 2019.

 

Sistem pengawasan ujian, menurut Utuh, dilakukan secara silang, yaitu pertukaran guru antar sekolah Madrasah peserta ujian.

 

Sementara itu, kepala Rayon PLN kota Pematangsiantar, Marijen Rajagukguk, menjawab BERITA 5 INDONESIA, Rabu, (13/3) mengatakan, ketersediaan daya listrik dalam pelaksanaan ujian akhir siswa di kota itu dinyatakan cukup. Dan pihaknya juga sudah menyediakan perangkat untuk menghadapi jika terjadi pemadaman aliran listrik tidak terencana (diakibatkan oleh alam) saat ujian berlangsung.

 

“Perangkat listrik yang disediakan untuk itu terdiri dari dua genset mobile dan trafo mobile serta satu unit gardu gerak yang siap dipergunakan dalam keadaan mendesak,” kata Rajagukguk.

 

Untuk petugas tehnik yang berkerja memberikan pelayanan dilapangan disiapkan sebanyak 38 orang petugas.(Rizky Siregar)

Berita Terkait