20 RIBU ANAK LAGI MENOLAK DI VAKSIN MR DI PEMATANGSIANTAR

Ilustrasi Vaksin MR.

Ilustrasi Vaksin MR.

PEMATANGSIANTAR,(BERITA 5 INDONESIA): Pelaksanaan pemberian vaksin Measles Reubelle (MR) kepada masyarakat di kota Pematangsiantar masih menghadapi kendala dan penolakan, terutama datang dari anak didik di sekolah-sekolah Madrasah.

 

“Yang banyak menolak untuk diberikan vaksin MR datang dari anak didik di Madrasah-madrasah. Penolakan itu terkait isu halalnya vaksin MR,” sebut Kepala seksi Surveilans dan Imunisasi, Misran Faiz, menjawab BERITA 5 INDONESIA Selasa (5/2).

 

Menurutnya, pada pelaksanaan vaksinansi vaksin MR tahun 2018, target sasaran penerima vaksin dari anak didik mulai tingkat PAUD, TK, SD, SMP dan SMA sebanyak 60 ribu orang dan realisasi menerima vaksin tercatat ada sebanyak 40 ribu orang, sementara 20 ribu anak lagi tertunda untuk divaksin MR.

 

Vaksin MR diberikan kepada anak usia dibawah 15 tahun dan vaksin MR adalah vaksin untuk penyakit campak.

 

Guna memberikan pemahaman kepada masyarakat di kota Pematangsiantar pada pelaksanaan program vaksinisasi vaksin MR tahun lalu, kata Misran, pihak Dinas Kesehatan sengaja menggandeng pengurus MUI dan Pemko.Pematangsiantar diwakili Sekda ke lapangan. Namun hasilnya juga disebutkan tidak tercapai.

 

Kepala Dinas Kesehatan Pematangsiantar, melalui Sekretarisnya, Amar Daulai yang dihubungi BERITA 5 INDONESIA menyatakan, dalam pelaksanaan program vaksinasi MR 2018, walaupun ada penolakan sebagian warga masyarakatnya, kota Pematangsiantar tercatat masuk dalam 5 besar sukses pencapaian targetnya dari seluruh Kabupaten/ Kota di Sumut.

 

Dalam pelaksanaan vaksinisasi vaksin MR, kota Pematangsiantar berhasil memenuhi capaian target sebesar 87 persen. Sementara untuk target nasional ditetapkan, capaiannya sebesar 95 persen dari jumlah target anak yang akan diimunisasi di daerah itu.

 

Cara yang dilakukan petugas dalam menjalankan program imunisasi vaksin MR itu, menurut Daulai adalah dengan tetap melakukan komunikasi dengan masyarakat.

 

”Kalau ditanya soal masyarakat yang komplain dan menolak divaksinisasi vaksin MR, tetap pasti ada. Tetapi kami tetap melakukan komunikasi dengan masyarakat,” sebut Daulai.

 

Ditanya program imunisasi vaksin MR tahun 2019, Daulai menyatakan masih menunggu program dari Kementerian Kesehatan pusat. ”Dinas kesehatan Pematangsiantar, sifatnya menunggu, karena program imunisasi vaksin MR itu adalah programnya Kemenkes. pusat,” sebut Daulai.(Lia.S).

Berita Terkait