UPG PDAM TIRTA ULI BONGKAR BERAM JALAN ASAHAN PEMATANGSIANTAR

Tampak petugas dari Unit Pelayanan Gangguan (UPG) PDAM Tirta Uli sedang membongkar beram jalan Asahan Pematangsiantar, mencari pipa yang bocor.

Tampak petugas dari Unit Pelayanan Gangguan (UPG) PDAM Tirta Uli sedang membongkar beram jalan Asahan Pematangsiantar, mencari pipa yang bocor.

PEMATANGSIANTAR,(BERITA 5 INDONESIA): Penggalian aspal beram jalan di jalan Asahan, tepatnya di depan pertokoan Mega Land Pematangsiantar, Rabu, (30/1) siang, sempat disesalkan kalangan pengusaha di lokasi itu.

 

Terutama pengusaha toko yang posisi beram jalan yang di "rusak" petugas dari Unit Pelayanan Gangguan (UPG) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Uli Pematangsiantar, siang itu tepat di depan tokonya.

 

“Jalan sudah bagus, dibongkar lagi,” sebut seorang wanita yang mengaku pengusaha di lokasi tempat penggalian beram jalan itu sambil berlalu dari samping mobil UPG yang di parkir di tempat itu.

 

Tampak, sejumlah petugas UPG bergerak cepat, melakukan penggalian beram jalan untuk mencari bagian pipa yang mengalami kerusakan ketika itu. Pencarian pipa bocor itu terlihat ada jauh di dalam tanah, sehingga bagian tanah beram jalan yang dibongkar cukup dalam.

 

Baca Juga : SKURITI PDAM TIRTA ULI YANG MENINGGAL, TIDAK TERDAFTAR DI BPJS KETENAGAKERJAAN

 

“Pipa di daerah ini memang ada jauh di dalam tanah,” sebut salah seorang petugas UPG kepada wartawan BERITA 5 INDONESIA ketika itu.

 

Untuk kasus perbaikan pipa-pipa bocor yang posisi pipa ada jauh di dalam tanah, petugas UPG memang masih menggunakan fasilitas manual. Artinya masih menggunakan cangkul dan gancu. Sehingga, tanah dan batuan bekas galian tidak dapat dihindari terpaksa diangkat ke pinggir lobang yang digali.

 

Dan setelah, pipa ditemukan dan diperbaiki, petugas UPG memang berkewajiban menutup serta mengembalikan tanah serta batu bongkaran tadi ke lobang. Dilakukan pemadatan permukaan tanah dan selesai. Bagaimana dengan aspal atau semen yang dibangkar tadi ? Itu sudah diluar tugas-tugas UPG. Dan hal itulah yang disesalkan warga masyarakat pengusaha toko di Mega land tadi.

 

Artinya, setiap ada perbaikan pipa dan penggalian beram jalan, maka bekas penggalian akan meninggalkan bekas galian sampai batas waktu yang tidak diketahui, kapan akan diperbaiki.(Lia.S).

Berita Terkait