MENGAKU TIDAK MENDAPAT PELAYANAN, VIDEO KAPTEN. INF. LEO SIANTURI, VIRAL DI MEDSOS

Kapten Infantri Leo Sianturi, dengan raut wajah kecewa, meminta tolong kepada Presiden dan Panglima TNI.

Kapten Infantri Leo Sianturi, dengan raut wajah kecewa, meminta tolong kepada Presiden dan Panglima TNI.

PEMATANGSIANTAR,(BERITA 5 INDONESIA): Video, berisi pernyataan, kekecewaan dan keluhan Kapten Infantri Leo Sianturi, Danramil 10 Balimbingan, Kodim 0207 Simalungun, yang mengaku tidak mendapat pelayanan saat berobat di Rumah Sakit Tentara (RST) Pematangsiantar, menjadi viral di media sosial.

 

Ini Vidionya:

 

Kapten. Infantri Leo Sianturi, dalam video itu duduk di kursi roda di dorong skurity kantor BPJS kesehatan, memegang infus dan bagian kaki kanannya dalam keadaan di perban, terlihat sangat emosi.

 

"Tolong saya Pak Presiden, tolong saya Pak Panglima. Saya Kapten Leo Sianturi tak dilayani dengan baik di rumah sakit," ucap Leo histeris dalam rekaman video yang berdurasi 1.58 menit.

 

Terlihat dalam video tersebut, rekaman dilakukan di halaman kantor BPJS kesehatan kota Pematangsiantar dan kejadian tersebut menjadi perhatian warga yang sedang ramai berurusan di kantor BPJS kesehatan saat itu.

 

Terlihat juga Leo Sianturi di dampingi sejumlah prajurit TNI lainnya dan usai mengurus berkas perpindahannya di kantor BPJS kesehatan, dari RST Pematangsiantar ke salah satu rumah sakit swasta di kota itu.

 

Dengan viralnya video berisi pernyataan Kapten. Infantri Leo Sianturi tersebut, komandan Detasemen kesehatan wilayah (Denkesyah) 01.04.01 Pematangsiantar, Letkol CKM Suhartono kepada Pers mengklarifikasi pernyataan dalam video tersebut.

 

"Tidak benar, tidak ditelantarkan," sebut Letkol CKM Suhartono pada pers Jumat, (25/1) malam.

 

Kapten Leo, menurut Letkol Suhartono, datang ke rumah sakit (RST) seperti biasanya untuk menjalani rawat jalan untuk penyakit radang sendi atau asam urat pada 24 Januari 2019 dan rawat inap atas rekomendasi dokter.

 

Keesokan hari dia meminta pindah rawatan ke salah satu rumah sakit swasta di kota itu, diduga tersinggung dengan perkataan perawat saat mempertanyakan keluarga yang tidak menemani dan menjaganya.(Lia.S).

Berita Terkait