BEA DAN CUKAI PEMATANGSIANTAR MUSNAHKAN 8.100 BUNGKUS ROKOK

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Pematangsiantar,Muh.Gunawan Sani (tiga kiri) dan perwakilan pejabat lain saat membakar rokok sitaan, Rabu (19/12).

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Pematangsiantar,Muh.Gunawan Sani (tiga kiri) dan perwakilan pejabat lain saat membakar rokok sitaan, Rabu (19/12).

PEMATANGSIANTAR,(BERITA 5 INDONESIA): Sebanyak 8.100 bungkus atau 160.676 batang rokok dari berbagai merek yang berhasil disita petugas Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Pematangsiantar sejak Januari sampai Desember 2018 dimusnahkan di halaman kantor tersebut jalan Sisingamangaraja Pematangsiantar, Rabu (19/12).

 

Pemusnahan rokok sitaan itu dipimpin kepala KPPBC Tipe Madya Pabean C Pematangsiantar, Muh. Gunawan Sani dengan cara dibakar dan turut dilakukan Kepala KPKNL Pematangsiantar, Sumarsono, kasi. Penyidikan dan BHP Kanwil DJBC Sumut, Eka M. Galih, kepala Pos, Fahdian Yunardi, perwakilan PN, Kejaksaan, Camat dan perwakilan perusahaan rokok di daerah ini.

 

Baca Juga : AWAS PEREDARAN ROKOK ILEGAL BEREDAR DISEKITAR ANDA !

 

PEMUSNAHAN BARANG BUKTI

Petugas dan Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Pematangsiantar, Muh.Gunawan Sani (tiga kiri) dan perwakilan pejabat lain saat membakar rokok sitaan, Rabu (19/12). dan tokoh masyarakat menyatakan, Stop peredaran rokok ilegal !

 

Menurut Gunawan Sani, nilai rokok yang berhasil disita dan dimusnahkan itu ditaksir mencapai Rp 120.240.000 dan potensi kerugian negara akibatnya sebesar Rp 79.194.658. Dan rokok-rokok yang disita berasal dari 7 daerah diwilayah kerja kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Pematangsiantar, yaitu Simalungun, Samosir, Toba Samosir, Karo, Dairi, Pakpak Bharat dan Pematangsiantar.

 

Lanjut Gunawan Sani, dari hasil kerja stafnya terlihat persentase peredaran rokok ilegal di wilayah kerjanya sudah mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Demikian juga untuk nasional, persentase peredaran rokok ilegal tahun 2018 secara nasional sudah mencapai 7,04 persen.

 

Baca Juga : PT.STTC PEMATANGSIANTAR MINTA : ”BEA DAN CUKAI TERUS TINDAK PEREDARAN ROKOK ILEGAL”

 

“Ini menjadi petunjuk kalau tindakan dan pembinaan yang dilakukan petugas Bea dan Cukai terhadap pelaku pengedar rokok ilegal sudah menyadari kesalahannya,” kata Muh. Gunawan.

 

PEMUSNAHAN BARANG BUKTI BEA CUKAI P.SIANTAR

Perwakilan dari perusahaan rokok PT.STTC Pematangsiantar, Nurman (kanan) berdialog bersama petugas tentang pita cukai rokok ilegal yang berhasil disita.

 

Bentuk kejahatan pelanggaran cukai rokok yang dilakukan perusahaan rokok itu adalah dengan memalsukan cukai, pita cukai tidak sesuai jenis rokok dan ada pula pita cukai habis pakai ditempeli kembali kepada rokok yang diedarkan.

 

Gunawan Sani mengakui, kejahatan "memainkan" pita cukai terus saja mengalami perubahan, sehingga petugas Bea dan Cukai harus lebih teliti memperhatikan pita cukai yang tertempel pada bungkus rokok.

 

Menjawab pertanyaan wartawan, apakah ada pelaku yang ditindak, Gunawan Sani mengaku ada jika sudah menyalahi hukum. Namun selama ini petugas dalam prakteknya masih memberikan pembinaan terutama kepada warung-warung yang menjadi objek tempat pemasaran rokok ilegal itu.(Rizky Siregar)

 

 

Berita Terkait