AWAS PELEMPARAN MAHKLUK ‘GELAP’, TOL KUALANAMU - SEI RAMPAH TIDAK AMAN

Jembatan penyeberangan Lubuk Pakam, Deli serdang, juga termasuk rawan aksi pelemparan mahkluk ‘gelap’.

Jembatan penyeberangan Lubuk Pakam, Deli serdang, juga termasuk rawan aksi pelemparan mahkluk ‘gelap’.

DELI SERDANG,(BERITA 5 INDONESIA): Jalan Tol Kualanamu – Sei Rampah, Sumut, yang diresmikan Presiden Joko Widodo, Jumat (13/10) lalu, ternyata belum memberikan rasa aman dan nyaman bagi penggunanya. karena sampai Selasa (17/10) sudah tercatat 12 mobil yang melintas menjadi korban pelemparan dari oknum-oknum yang belum diketahui jenis dan modelnya alias mahkluk masih gelap.

 

Rata-rata mobil yang menjadi korban pelemparan mengalami pecah kaca dan mobil ketika berjalan sedang dalam keadaan sepi pelintas.

 

Direktur Teknik dan Ope­rasional Jasa Marga Kualana­mu Tol, Agus Cho­liq yang di­konfrimasi wartawan Se­lasa (17/10), membenar­kan peristiwa itu dan kejadian itu sudah dilaporkan pihaknya pada kepolisian se­tempat.

 

“Dari data kami ada 12 mobil kena lempar, rata-rata bagian kaca depan pecah, dan ada satu anak kecil terluka akibat serpihan kaca,” sebutnya.­

 

Sejak peristiwa itu, kepo­lisian sudah melakukan peng­amanan, sedang kejadiannya persisnya di Km 66, wilayah Kabupaten Serdang Bedagai. "Di lokasi itu, semuanya perkebunan sawit. Kami menduga pelaku dari sekitar perkebunan itu. Kami sudah berkoordinasi dan membuat laporan ke Polsek Teluk Mengkudu dan Satreskrim Polres Serdang bedagai," kata Agus.

 

“Saya berharap pelaku pelemparan secepatnya ditangkap dan ditindak sesuai hukum yang berlaku karena telah melakukan teror kepada pengendara yang melintasi tol. Padahal baru saja diresmikan presiden,” sambungnya.

 

Agus menegaskan, dalam kasus ini pihaknya tidak akan lepas tanggung jawab. Saat ini PT Jasa Marga Kualanamu Tol masih melakukan investigasi dan menghitung seberapa besar kerusakan yang dialami pemilik mobil.

 

"Kami minta para korban segera membuat laporan ke pihak kepolisian biar secepatnya di proses. Kami juga ingatkan kepada masyarakat bahwa keberadaan jalan tol ini untuk kepentingan bersama," tambah Agus.

 

Anggota DPD, Parlin­du­ngan Purba yang membidangi perhubungan men­dapat infor­masi melakukan peninjauan. Dia kecewa atas peristiwa itu. Polisi harus menindak tegas para pelaku se­hingga ada efek jera karena dapat mem­ba­hayakan jiwa pengguna jalan.

 

Dia berharap pada masya­rakat harus ditumbuhkan ke­sadaran, jalan tol ini untuk kepentingan publik. Se­bab itu ada kewajiban kita semua untuk memelihara, dalam arti menjaga keamanan, dan mem­berikan suasana yang sejuk.

 

Untuk mengantisipasi kejadian terulang, PT Jasa Marga Kualanamu Tol sudah berkoordinasi dengan patroli Ditlantas Polda Sumut supaya meningkatkan patroli di lokasi titik rawan pelemparan.

 

Delapan armada patroli milik PT Jasa Marga Kualanamu Tol juga sudah bekerja 24 jam agar bisa memberikan kenyamanan bagi pengguna tol yang masih bebas tarif hingga Jum’at (19/10) mendatang. (Dede).

Berita Terkait