AIR TERJUN ‘MISTERIUS’ DARI DINDING BUKIT DI PULAU SAMOSIR

Tampak dua buah air terjun (tanda panah) di dataran tinggi Pulau Samosir, Kabupaten Samosir. Munculnya air terjun itu diketinggian ratusan meter dari permukaan air danau Toba. Indah dan sangat menakjubkan.

Tampak dua buah air terjun (tanda panah) di dataran tinggi Pulau Samosir, Kabupaten Samosir. Munculnya air terjun itu diketinggian ratusan meter dari permukaan air danau Toba. Indah dan sangat menakjubkan.

ANEH DAN SANGAT MENAKJUBKAN.

 

SAMOSIR,(BERITA 5 INDONESIA): Penampakan dua air terjun di bagian puncak dataran tinggi Pulau Samosir, membuat wisatawan daerah yang berada di atas kapal Feri, sontak heboh, Jumat (25/8) itu.

 

Ada yang percaya, ada juga yang tidak percaya dengan yang dilihatnya (itu biasa). Apalagi posisi kapal Feri kami jauh dari bibir pantai Tomok Pulau Samosir itu, air terjun tersebut hanya terlihat seperti sebuah garis pertikal dari atas ke bawah di badan pebukitan.

 

Dan ketika posisi kapal kami semakin mendekat ke bibir pantai, maka gerak air terjun di dinding pebukitan itu terlihat semakin jelas. Dan akhirnya diputuskan, se isi kapal sepakat menyatakan, itu benar, itu air terjun, ada dua buah air terjunnya di dataran tinggi Pulau Samosir itu.

 

Seluruh penumpang kapal Danau Toba itupun mencoba mengabadikan pemandangan air terjun misterius tersebut. Apalagi selama ini, soal air terjun di dataran tinggi Pulau Samosir itu tidak pernah dipromosikan atau dipubikasikan secara luas.

 

Luar biasa. Keberadaan air terjun tersebut dianggap suatu hal yang luar biasa. Pertanyaannya, apakah benar di atas dataran tinggi Pulau Samosir itu ada sungai. Atau apakah ada air mengalir didataran tinggi itu. Sebab jika menggunakan teori air, maka antara dataran tinggi (baca: pebukitan) itu, letak munculnya air terjun dengan permukaan air di Danau Toba saja cukup tinggi (perhatikan foto). Diperkirakan tinggi antara permukaan air Danau Toba dengan titik awal air terjun tersebut mencapai ratusan meter tingginya.

 

SAMOSIR.....

 

Dan jika menurut ilmu logika, maka warga yang bermukim di puncak pebukitan itu, jika ingin mendapat air tanah, maka akan memerlukan saluran pipa yang cukup panjang baru dapat menyentuh air di dalam tanah, yaitu harus sejajar dengan permukaan air Danau Toba. Ini menurut ilmu logika. Lantas apa mungkin ada air dipermukaan dataran tinggi di Pulau Samosir itu permukaannya lebih tinggi dari permukaan air Danau Toba tersebut?

 

Wartawan BERITA 5 INDONESIA yang ikut dalam rombongan wisatawan siang itu, mencoba mencari tahu soal air terjun itu dan ingin mengorek rahasia teori air di daerah ini, apakah hukum Archimedes berlaku disini atau tidak.

 

Baca Juga : MONUMEN SEPEDA MOTOR KORBAN KECELAKAAN, TIMBULKAN BAU-BAUAN DAN SUARA MINTA TOLONG

 

Menurut salah seorang warga, tokoh masyarakat, P.Sidabutar, 65, yang mau diajak bincang - bincang siang itu, mengatakan, air terjun itu hanya muncul pada saat musim hujan saja. Jika musim kemarau, maka tidak ada air terjun tersebut. Sehingga, air terjun itu tidak dianggap istimewa oleh masyarakat di daerah itu selama ini. Bahkan, ’air terjun’ itu dianggap peristiwa biasa saja, yaitu air yang turun dari atas tanah tinggi (bukit) ke lembah.

 

Lantas airnya dari mana, pak? Menurut cerita orang tua di kampung itu, air itu adalah berasal dari air hujan yang berkumpul-kumpul dan tergenang di dataran tinggi sana. Prinsip air terjadi disini, air-air hujan yang turun ke daratan di atas bukit itu mencari tempat yang paling rendah dan berhimpun disatu lereng selanjutnya turun ke bawah (ke lembah) dan itulah yang terlihat, dikatakan air terjun.

 

“Benar, dari tengah Danau Toba, air terjun itu sudah kelihatan. Indahlah. Tetapi, tidak setiap saat air terjun itu ada. Dia ada hanya pada saat musim-musim hujan saja,” sebut Sidabutar.

 

Baca Juga : ASTEROID ”TENGKORAK” KEMBALI MENGINTARI BUMI DI TAHUN 2018

 

Bahkan menurut Sidabutar, jika musim hujan yang berkepanjang, jumlah air terjun pada lereng-lereng bukit di daerah itu bisa lebih dari dua buah. Wah, luar biasa. Bagaimana indahnya jika melihat momen itu. Lantas kamipun bertanya, anda ingin melihatnya? Nah, disarankan, datanglah ke Pulau Samosir pada musim hujan, jika ingin melihat air terjun seperti itu. Begitu ceritanya!.(Lia.S/Saroh,Anisah).

Berita Terkait